• Prodi Gizi
  • 04. 03. 2022
  • 181

Universitas Teuku Umar merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri di kawasan Barat Selatan Aceh dan sebagai perguruan tinggi negeri mandiri sejak 14 maret 2014. Terbentuknya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang dilaksanakan melalui Lembaga Pendidikan Teuku Umar. Dimana sejak T.A. 2002/2003 telah melalui proses pendidikan berdasarkan dari prinsip pendirian dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor:1318/D2/2002 tanggal 25 Juli 2002, serta penerimaan mahasiswa berdasarkan surat keterangan Bupati Aceh Barat Nomor: 122 Tahun 2002 Tanggal 10 September 2002.
Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2006 bergabung dengan beberapa Fakultas lainnya pada Universitas Teuku Umar dibawah Yayasan Tgk. Dirundeng. Melalui SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 262/D/O/2006 tanggal 19 November 2006 Universitas Teuku Umar Meulaboh menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dengan 6 (enam) Fakultas, yaitu: Fakultas Pertanian, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Teknik, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, yang terdiri dari 13 Program studi. Fakultas Kesehatan Masyarakat mulai melaksanakan kuliah perdana di Mess. Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh serta di gedung SMP Negeri I Meulaboh dan baru pada semester Ganjil 2007/2008 untuk kegiatan perkuliahan telah dipusatkan di Alue Peuyareng Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Selanjutnya mendapatkan SK perpanjangan Izin:2125/D/T/K-I/2009, dan juga telah mendapat akreditasi dari BAN-PT.
Berdasarkan kinerja Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Teuku Umar pada tahun 2019 FKM berhasil mendapatkan Akreditasi B dari LAM—PTKes No: 0399/LAM-PTKEs/Akr/Sar/VII/2019. Fakultas Kesehatan Masyarakat hanya terdapat satu program studi yaitu ilmu kesehatan masyarakat serta terdapat 5 peminatan yaitu Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP).
Berdasarkan data tersebut, maka FKM UTU membuka prodi baru yaitu Prodi Gizi. Menurut Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 mengisyaratkan bahwa Ilmu Gizi merupakan bagian yang terpisah dari pilar dasar Kesehatan Masyarakat meskipun saling terkait satu sama lain. Pemisahan bidang ilmu ini, memungkinkan kajian- kajian kesehatan yang lebih fokus dan terarah terutama untuk menghasilkan Sarjana Ilmu Gizi (S. Gz) yang profesional.
Permasalahan gizi masih menjadi tantangan di Indonesia. Data yang dilaporkan oleh Lembaga. PBB Unicef tahun 2014, yang dijaring dari berbagaiKabupaten di Propinsi Aceh. Ratusan anak balita ditemukan umumnya gizi kurang, bahkan ada yang menderita gizi buruk. Dampak permasalahan gizi sangat luas seperti kesakitan, kecacatan dan kematian yang berpengaruh pada sumber daya manusia (SDM) dan produktivitas. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Propinsi Aceh Tahun 2015, terdapat angka penderita gizi buruk tahun 2015 di propinsi Aceh mencapai 307 kasus, dan yang tertinggi terdapat di Aceh Utara mencapai 79 kasus, dan Aceh Barat juga terdapat 14 kasus.
Salah satu penyebab banyaknya masalah gizi di Propinsi Aceh ini adalah kurangnya SDM di bidang gizi yang terampil dalam penanggulangan masalah gizi. Dari hasil survey dilapangan tenaga gizi (TPG) di lapangan baik dari segi jumlah maupun kualitas masih kurang, sebagai contoh satu Puskesmas hanya satu TPG dengan wilayah kerja yang luas itupun kebanyakan masih berpendidikan D3 Gizi. Begitupun jumlah Ahli Gizi yang bekerja di Rumah sakit masih terbatas belum mencukupi standar tenaga sesuai dengan kelas rumah sakit. Selain itu, tidak meratanya sebaran tenaga kesehatan khususnya ahli gizi di Indonesia juga perlu diperhatikan. Berdasarkan Survei Sumber Daya Manusia Kesehatan tahun 2014, disimpulkan bahwa sebaran tenaga kesehatan tidak merata di Puskesmas seluruh Indonesia. Terdapat 2.898 Puskesmas (30,2%) yang tidak memiliki tenaga ahli gizi.
Berdasarkan data diatas maka Fakultas Kesehatan Masyarakat berkeinginan kuat untuk
membuka Prodi Strata Satu (S1) Gizi. Program Studi Gizi menjadi Program Studi baru di Universitas Teuku Umar yang berada di Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan SK Ijin Operasional yaitu nomor 442/UN59/TP.01.06/2019, SK Ijin Operasional Program Studi Gizi nomor 48/M/2020, dan kurikulum Prodi Gizi ini disusun dengan berpedoman kepada Keputusan AIPGI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia) Nomor: 003/SK/A/AIPGI/V/2016 tentang Penentuan Kurikulum Sarjana Gizi.
Program Studi Gizi telah memiliki angkatan pertama di Tahun 2020. Program Studi Gizi telah menyiapkan visi, misi, tujuan, dan strategis dalam tridarma pendidikan dan pengembangannya melalaui proses yang tersistem yaitu dengan mempersiapkan tim dan melibatkan tenaga ahli, stakeholder, instansi-instani, dunia industry, dan masyarakat. Prodi Gizi juga telah memepersiapkan manajemen yang unggul dalam mendukung tri darma perguruan tinggi sehingga menghasilkan profil lulusan gizi, dosen, tenaga penedidikan yang unggul.